Cara Membayar Utang Secara Efektif Akibat Terlalu Banyak Utang

Ingin beli motor, atau mobil namun budget belum cukup? Anda bisa menggunakan layanan pembiayaan untuk membiayai keinginan Anda tersebut dan diterapkan sistem cicilan yang dibayarkan debitur setiap bulan. Namun yang seringkali jadi masalah adalah cara membayar utang secara efektif setelah memiliki cicilan bagaimana?

Banyak orang hanya berpikir mendapatkan barang dengan cepat namun tidak mempertimbangkan cara mereka membayar cicilannya apakah mampu atau tidak. Jika ternyata tidak mampu, otak akan pusing memutar cara bayar cicilan yang efektif di kemudian hari. Solusinya bagaimana?

 

Cara Membayar Utang Secara Efektif

Bagi Anda yang terjebak dengan kondisi terlalu banyak utang bahkan sampai merasa tidak sanggup membayarnya maka Anda perlu melakukan beberapa cara bayar utang berikut ini :

Susun daftar utang dan tetapkan skala prioritas pembayarannya

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu atau mendata berapa banyak utang yang dimiliki dan harus dibayar. Oleh sebab itu menyusun daftar utang menjadi hal yang perlu dilakukan.

Dengan menyusun daftar utang, hal tersebut akan memudahkan Anda mengetahui dan menentukan skala prioritas utang Anda. Tulis semua utang dengan susunan sesuai yang paling diprioritaskan untuk dilunasi juga termasuk besaran suku bunganya.

Utang berbunga yang harus dibayar bulanan harus Anda masukkan di list atau daftar utang prioritas pertama untuk dilunasi. Baru kemudian susun di prioritas selanjutnya utang yang tidak berbunga. Jadi utang berbunga yang harus dibayar hukumnya wajib dibayar, sementara utang tidak berbunga yang sifatnya tidak wajib dan tidak memiliki jatuh tempo bisa Anda restrukturisasi lagi nanti bagaimana membayarnya.

Take over kredit jika perlu

Jika Anda memiliki cicilan kendaraan dalam jumlah besar dan merasa kalau cicilan kendaraan tersebut menjadi salah satu beban utang yang menyulitkan maka langkah solutif yang bisa Anda lakukan adalah melakukan take over kredit.

Jadi Anda bisa menjual kembali kendaraan yang masih memiliki cicilan tersebut agar utang nanti dilanjutkan oleh pihak pembeli kendaraan. Di samping itu, Anda pun berkemungkinan untuk mendapatkan suatu dana segar tambahan sebagai suatu solusi melunasi utang Anda yang lainnya.

Namun memang biasanya take over kredit menjadi jalan terakhir yang banyak orang pilih karena dengan melunasi salah satu utang melalui metode take over kredit artinya Anda tidak memiliki hak milik kembali atas barang yang di take over tersebut. Atau dalam artian barang yang di take over menjadi milik orang lain.

Hindari bayar utang dengan utang berbunga

2 Cara Membayar Utang Secara Efektif min

Bagi mereka yang memiliki utang terlalu banyak dan bahkan sampai terlilit utang, tentu yang kemudian menjadi pertanyaan adalah adakah cara bayar utang tanpa utang?

Jadi coba cari solusi bagaimana agar Anda bisa membayar utang tanpa harus berhutang kembali.

Apalagi kalau utang tersebut riba atau mengandung unsur bunga karena nantinya akan memberatkan beban cicilan Anda di kemudian hari. Apalagi kalau nominal pemasukan Anda masih sama seperti sebelumnya.

Jadi bagaimana solusi agar bisa melunasi utang tanpa berhutang kembali?

Kurangi gaya hidup

Hal pertama yang Anda harus lakukan sebagai solusi cara membayar utang tanpa harus berhutang kembali adalah mengurangi gaya hidup. Kalau sebelumnya Anda pergi ke café setiap minggu, maka coba kurangi jatah café Anda.

Anda bisa memilih untuk pergi ke café dua kali saja dalam satu bulan. Dengan begitu uang yang biasanya keluar untuk nongkrong di café bisa Anda alihkan untuk hal lainnya. Misalkan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan Anda dan sebagainya.

Beli barang sesuai kebutuhan bukan keinginan

Kalau tidak benar – benar merasa barang tersebut Anda butuhkan, tahan dulu keinginan untuk membelinya. Beberapa barang yang mungkin Anda inginkan namun harus Anda tahan agar tidak terburu – buru membelinya dalam kondisi terlilit hutang adalah :

  • Produk fashion seperti baju, sepatu dan sebagainya apalagi yang bermerk atau yang harganya mahal
  • Handphone dan perangkat elektronik yang tidak menambah nilai uang Anda saat ini
  • Aksesoris yang tidak diperlukan
  • Peralatan make up yang mahal untuk wanita dan sebagainya

Cari pendapatan tambahan

Anda harus mulai memutar otak untuk bisa membayar utang lebih cepat atau lebih banyak. Misalkan jika gaji utama Anda hanya bisa dipakai untuk membayar 1 cicilan berbunga sementara ada utang tanpa bunga di saudara yang ingin juga Anda lunasi dalam jangka waktu tertentu maka pendapatan/ penghasilan tambahan Anda nantinya bisa digunakan untuk hal tersebut.

Jadi PR Anda di situasi seperti ini adalah mendapatkan penghasilan atau pendapatan tambahan. Sebagai contoh jika Anda bekerja di suatu perusahaan, Anda bisa gunakan malam harinya sepulang kerja untuk berdagang.

Misalkan Anda memiliki keahlian memasak, Anda bisa buka pesanan dengan sistem Pre-order. Atau kalau punya keahlian lain yang sekiranya dapat mendatangkan pundi – pundi keuntungan maka bisa Anda lakukan juga. Dengan memiliki pendapatan tambahan atau penghasilan lain tentu sumber keuangan Anda menjadi bertambah sehingga proses perlunasan hutang bisa lebih cepat.

Kaji aset yang Anda miliki

Jika ternyata utang yang Anda miliki sudah melebihi rasio 30 persen dari pendapatan atau penghasilan Anda, Anda bisa coba mengkaji aset yang Anda punya dan menjualnya.

Hal tersebut penting karena mau tidak mau utang harus tetap Anda lunasi sehingga Anda bisa mencoba untuk mulai menjual beberapa aset yang mungkin dapat digunakan membantu melunasi utang tersebut.

Jika Anda memiliki tanah, baiknya Anda jual tanah tersebut untuk digunakan melunasi utang yang sudah tidak bisa tercover atau terlunasi dengan pendapatan atau penghasilan Anda. Kemudian kalau misalkan ada kendaraan yang nilainya di atas utang, cicilannya sudah lunas atau tidak dalam kondisi masih mencicil dan tentunya dalam kondisi tidak terpakai maka bisa Anda jual juga untuk membantu melunasi utang Anda.

Lantas jika tidak ada aset yang bisa dijual bagaimana solusinya?

Hubungi keluarga terdekat dan minta bantuan

Memang sih banyak orang merasa gengsi untuk meminta bantuan orang lain apalagi keluarga karena takut dianggap tidak sukses atau diserang issue – issue negatif lainnya.

Namun meminta bantuan tak ada salahnya juga jika dirasa tak ada aset yang bisa dijual untuk melunasi hutang yang membengkak, tidak mendapatkan pendapatan tambahan atau tidak memiliki pekerjaan sampingan ketika hutang dirasa sudah membengkak.

Daripada Anda harus berhutang ke lembaga pembiayaan lainnya untuk menutup utang di bank atau lembaga pembiayaan yang satu atau malah terjebak kepada pinjaman online yang menyengsarakan ada baiknya untuk mempertimbangkan meminjam uang di keluarga terdekat.

Biasanya meminjam uang di keluarga tidak ada bunganya dan Anda bisa menjanjikan pelunasan ketika sudah siap nantinya. Atau misalkan Anda bisa menjanjikan untuk melunasi utang tersebut setelah utang Anda di lembaga pembiayaan lunas semua. Jika dibantu tentu masalah Anda teratasi. Tugas Anda hanya bagaimana membayar utang di bulan berikutnya, bagaimana mendapatkan tambahan penghasilan, dan bagaimana mengelola keuangan agar cukup dan tidak sampai berutang lagi sampai utang tersebut lunas.

 

Penyebab Seseorang Memiliki Banyak Utang

3 Penyebab Seseorang Memiliki Banyak Utang min

Siapapun sebenarnya bisa memiliki utang. Asal mampu membayarnya tidak masalah. Yang jadi masalah adalah kalau sampai hutang menumpuk dan tidak sanggup membayar.

Lantas, apa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki banyak hutang?

Ada beberapa aspek yang menyebabkan seseorang memiliki banyak hutang, di antaranya :

Menuruti hawa nafsu dan keinginan

Menuruti hawa nafsu dan keinginan memang membuat seseorang merasa tidak pernah cukup. Memang sih, setiap orang pasti punya keinginan. Namun ada baiknya tidak semua keinginan tidak harus dipaksakan untuk dipenuhi.

Sebagai contoh jika misalnya keinginan tersebut tidak mampu Anda penuhi maka jangan memaksakan diri untuk memenuhinya. Apalagi sampai membuat Anda harus gali lubang tutup lubang dan membuyarkan perencanaan keuangan yang sudah tersusun.

Jadi jika memiliki suatu keinginan, pastikan bahwa Anda mampu membeli keinginan tersebut tanpa harus mengganggu uang bulanan atau uang yang harusnya dibelanjakan untuk kebutuhan pokok Anda.

Atau contoh lainnya jika Anda ingin ganti mobil sementara tabungan belum cukup, cukupkan dulu tabungan Anda. Atau jika harus mencicil karena mungkin mobil yang lama rusak maka pastikan nominal cicilannya tidak membebani utang yang sudah ada, tidak mengganggu nominal yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan harian sehingga kebutuhan pokok masih terpenuhi dan pastinya mampu Anda bayar setiap bulannya.

Terbawa pergaulan

Pergaulan memang diperlukan untuk menambah relasi, mengasah skill komunikasi dan pastinya sebagai sumber rileksasi karena mendapat hiburan dari hubungan tersebut. Namun meski pergaulan penting, Anda tetap harus tidak boleh sampai terbawa arus pergaulan tersebut.

Jika orang yang bergaul dengan Anda tersebut nyatanya tidak membawa dampak positif untuk hidup Anda maka jangan Anda teruskan untuk bergaul dengan mereka. Jadi pilih – pilih juga untuk bergaul.

Begitu juga ketika Anda mendapatkan teman bergaul yang seleranya tinggi baik dalam hal berpakaian, membeli barang dan sebagainya maka jika memang tetap harus bergaul jangan sampai terkontaminasi perilaku Anda dengan gaya hidup Anda. Tetapkan menjadi diri Anda sendiri dimanapun lingkungan tempat Anda bergaul. Beli sesuatu yang sesuai dengan kemampuan Anda bahkan meski dibayang – bayangi oleh teman – teman Anda yang bergaya hidup mewah. Jangan mudah terpengaruh oleh orang lain.

Terbiasa menggunakan kartu kredit

Beberapa orang memiliki kartu kredit dan biasa memakainya untuk membeli segala keinginan dengan cepat. Berhutang lewat kartu kredit memang menyenangkan karena bagi pemilik kartu kredit hanya tinggal mengambil sesuai keperluan sepanjang tidak melewati limit kartu kredit yang diberikan dan kemudian dibayarkan di bulan berikutnya.

Namun kebiasaan ini tentu bukan suatu kebiasaan yang baik. Terlebih kalau Anda hanya memiliki satu sumber penghasilan sementara Anda juga sudah punya hutang lain. Takutnya nanti Anda mengalami kesulitan membayar salah satunya atau bahkan kesulitan membayar semua hutangnya.

Kalau memang bisa jangan sampai Anda terlalu terlena dengan penggunaan kartu kredit. Apalagi kalau sampai sedikit – sedikit Anda menggesek kartu kredit karena kebiasaan ini bukan suatu kebiasaan yang baik.

Ambisi untuk terlihat kaya

Menjadi orang kaya memang menyenangkan namun kalau Anda memaksakan diri untuk terlihat kaya hal ini bisa jadi awal mula kehancuran Anda. Jadi jika ingin membeli barang jangan berambisi hanya untuk terlihat kaya toh suatu barang juga bisa rusak dan jika kondisinya sudah lama tidak akan sebagus di awal Anda membelinya lagi.

Jadi beli barang sesuai kebutuhan saja. Jangan terlalu mengejar ambisi untuk terlihat kaya kalau sebenarnya Anda belum mampu apalagi kalau sampai memaksakan diri dan berujung kepada suatu kondisi yang tidak baik atas keuangan Anda di kemudian hari.

Kebutuhan yang sifatnya mendesak

Tidak semua orang suka berhutang namun terkadang ada juga orang yang berhutang karena terdesak semisal karena kebutuhan. Sebagai contoh karena suami atau anak sakit sementara dana darurat belum cukup untuk mengcover semua biaya – biayanya maka sebagian orang memilih jalur lain untuk memenuhi kebutuhan mendesak tersebut yaitu berhutang.

Ketika kondisi ini terjadi, mau tidak mau utang pun harus terus dilakukan karena Anda memang membutuhkannya. Utang untuk penyebab yang semacam ini tidak menjadi masalah. Namun tetap perhatikan darimana sumber utang Anda.

Jika memang memungkinkan, carilah sumber utang tanpa bunga misalkan meminjam ke saudara atau kerabat terdekat Anda. Biasanya saudara atau kerabat bersedia membantu apalagi kalau hutang digunakan untuk kebutuhan di masa sulit Anda bukan untuk berfoya – foya, bersenang – senang atau membeli sesuatu yang mewah.

Kebutuhan meningkat sementara pendapatan tidak meningkat

Kondisi ini juga terkadang membuat seseorang harus terjerumus dalam lubang hutang. Ketika banyak kebutuhan yang mendesak dan harus segera diselesaikan sementara pendapatan tidak kunjung mengalami peningkatan, maka hutang pun menjadi jalan penyelesaiannya.

Utang karena penyebab ini sebenarnya tak jadi masalah. Lagi – lagi yang harus Anda pikirkan adalah bagaimana cara Anda melunasinya nanti. Masih sama seperti sebelumnya, pastikan untuk tidak mendapatkan sumber utang dari hal – hal yang sulit diselesaikan semisal berhutang di bank yang cicilan dan bunganya besar.

Lambat laun, Anda harus mulai mengasah kemampuan dan skill Anda untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Hal ini penting untuk menormalkan kembali keuangan Anda.

Berhutang untuk keperluan bisnis

Dalam suatu perjalanan bisnis, ada waktunya seorang pengusaha membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan potensi usahanya atau mengambil kesempatan bisnis yang muncul.

Ketika tambahan modal yang dibutuhkan nominalnya terlalu besar, sementara uang yang dimiliki tidak mencukupi beberapa pebisnis akan memilih langkah untuk berhutang.

Hutang untuk keperluan bisnis tidak menjadi masalah sepanjang Anda tahu bahwa potensi perkembangan bisnis yang akan didanai dengan modal hutang tadi memang bagus. Terlebih kalau utang yang Anda dapatkan rencananya dari pinjaman yang cicilannya harus dibayar setiap bulan dan berbunga.

Jadi cari tahu dulu prospek usahanya seperti apa. Pastikan juga jika utang Anda gunakan untuk mendanai suatu bisnis jangan sampai bukan Anda sendiri yang menjalankan bisnis tersebut karena dikhawatirkan Anda tertipu atau mengalami masalah di kemudian hari.

Itulah beberapa aspek yang menjadi penyebab seseorang akhirnya berhutang. Bagaimana dengan Anda? Utang karena apa yang Anda jalani sekarang? Apapun penyebab Anda berhutang pastikan Anda membayarnya dan jangan sampai gagal bayar. Semoga informasi yang kami bagikan terkait cara membayar utang secara efektif di atas menjadi informasi yang membawa manfaat.