Fungsi Release Fork pada Sistem Kopling

Pada mobil dengan sistem kopling, kita mengenal berbagai macam komponen salah satunya adalah release fork. Lantas, apa fungsi release fork pada sistem kopling ini?

Nah, bagi Anda pengendara mobil dengan sistem kopling, kami akan menjelaskan sedikit tentang release fork yang menjadi salah satu komponen atau bagian dari sistem kopling pada kendaraan Anda. Berikut informasi lengkapnya yang Anda perlu tahu!

 

Fungsi Release Fork pada Sistem Kopling

Release fork merupakan komponen pada mobil yang bentuknya menyerupai garpu. Fungsi release fork pada sistem kopling secara umum adalah sebagai alat yang digunakan atau dimanfaatkan untuk meneruskan tenaga mekanis auto cylinder ke komponen kopling lainnya yang bernama release bearing.

Jadi fungsi release fork pada sistem kopling fungsi umumnya akan bekerja ketika posisinya menekan release bearing. Bagi Anda yang masih belum mengenal release bearing, jadi release bearing sendiri merupakan bagian pada sistem kopling mobil yang terletak pada bagian dalam bak kopling.

Komponen yang bernama release bearing tersebut memang dipasang pada bagian poros input shaft transmisi atau lebih tepatnya berada di antara release fork dengan clutch cover atau rumah kopling. Jika pemakaian mobil buruk, hal tersebut akan mengakibatkan release fork dan release bearing mengalami kerusakan.

Jika fungsi release fork pada sistem kopling dan release bearing rusak, maka sistem kopling pada mobil akan mengalami kemacetan. Jika kemacetan terjadi, hal tersebut tentunya dapat mengakibatkan pengendara akan sulit memindahkan kopling kendaraan.

Jadi bagi pengendara mobil yang merasa kesulitan memindahkan kopling kendaraan dan terjadi terus menerus, segera cek bagaimana kondisi release fork Anda. Bisa jadi release fork atau release bearing atau bahkan keduanya mengalami kerusakan sehingga kopling susah berpindah.

Tak jarang, kondisi garpu pembebas putus ketika mobil sedang dioperasikan. Penyebabnya beragam salah satunya adalah karena komponen tersebut sudah berusia tua dan dipenuhi karat pada berbagai sisi sehingga tingkat ketahanannya menjadi berkurang.

Jika hal tersebut terjadi, maka solusi yang harus dilakukan adalah penggantian release fork dengan yang baru. Jika release bearing yang berkarat, juga perlu diganti yang baru. Untuk harganya memang cukup mahal. Apalagi kalau Anda membelinya di bengkel resmi. Namun soal kualitasnya biasanya dapat dipertanggungjawabkan dengan pembelian komponen atau piranti kopling mobil pada bengkel resminya.

 

Baca Juga : Perbedaan Vario 160 CBS dan ABS

 

Cara kerja release fork sendiri seperti apa?

Cara kerja release fork cukup mudah. Secara umum, terdapat dua sistem utama untuk menggerakkan komponen release fork pada mobil yaitu mekanik dan hidrolik. Cara kerja keduanya berbeda. Pada kendaraan yang release forknya bekerja secara mekanik, pedal akan memberi suatu dorongan terhadap kabel pembebas.

Nah, kabel tersebut yang nantinya akan menggerakkan garpu pembebas atau release fork pada kopling mobil. Namun proses ini berjalan cukup lambat atau butuh waktu. Sementara cara kerja release fork dengan hidrolik, prosesnya lebih cepat.

Sistem kerja release fork hidrolik, minyak yang berada pada bagian oli akan ditekan sampai bisa keluar. Minyak yang keluar tersebut kemudian akan melumasi bagian release forknya. Setelah itu komponen tersebut akan menggerakkan komponen lain pada rangkaian sistem kopling mobil sehingga kopling bisa digerakkan.

Demikian sedikit informasi yang kami dapat sampaikan terkait fungsi release fork pada sistem kopling mobil. Semoga informasi yang kami bagikan di atas menambah wawasan dan memperluas pengetahuan tentang dunia otomotif khususnya terkait komponen mobil.

Info Pinjaman Jaminan Bpkb Motor Bandung hanya di Pembiayaanbpkb.com