Kelebihan dan Kelemahan Roda Penggerak FWD Pada Mobil, Cek Di Sini!

Roda Penggerak FWD

Roda penggerak depan atau yang lebih sering dikenal sebagai FWD (front wheel drive) merupakan sebuah roda penggerak pada mobil yang banyak kelebihan. Kali ini kita akan membahas kelebihan dan kelemahan roda penggerak FWD itu sendiri.

Namun sebelumnya kita akan membahas tentang FWD itu sendiri. Jadi apa yang dimaksud dengan FWD? FWD atau front wheel drive merupakan suatu komponen yang bertugas meneruskan tenaga dari mesin ke ban dengan memanfaatkan differential pada bagian transmission box atau kotak transmisi.

Cara kerjanya seperti apa?

Cara Kerja Roda Penggerak FWD

Kendaraan yang memanfaatkan roda penggerak dengan sistem FWD (front wheel drive) akan bekerja dengan cara menghantarkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin menuju ke sistem transmisi roda depan. Hal tersebut yang kemudian menjadikan mobil dapat bergerak maju.

Sistem tersebut bekerja berawal dari output mesin dengan posisi melintang yang terhubung dengan poros roda ke bagian transmisi manual atau matic melewati bagian transaxle dengan memanfaatkan differential.

Kemudian CV Joint (Constant Velocity Joint) bertugas meneruskan putaran dari differential menuju roda dengan berbagai radius putar secara fleksibel yang kemudian mengakibatkan roda dapat bergerak.

Penggerak roda depan ini secara konstruksi lebih ringan. Oleh karena itu penggerak roda depan umumnya dibuat lebih luas dengan posisi mesin yang cenderung lebih compact.

Namun penggunaan FWD atau sistem roda penggerak depan pada mobil memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Apa sajakah kelebihan dan kelemahan roda penggerak depan?

Kelebihan dan Kelemahan Roda Penggerak FWD

Penggunaan roda penggerak depan atau front wheel drive pada kendaraan memiliki cukup banyak kelebihan sebenarnya. Berikut beberapa aspek yang menjadi kelebihan dari sistem roda penggerak depan atau FWD :

 

Biaya produksi yang jadi lebih murah

Perusahaan otomotif yang menggunakan sistem penggerak roda FWD memerlukan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang menggunakan sistem penggerak roda RWD pada kendaraan yang sedang diproduksi.

Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?

Hal tersebut terjadi karena sistem penggerak roda bagian depan pada sebuah kendaraan atau mobil cenderung memiliki komponen yang jauh lebih sedikit. Pun begitu dengan pemasangan drivetrain pada penggerak roda bagian depan juga diklaim jadi lebih mudah.

Bagi Anda yang masih awam dengan hal ini, drivetrain sendiri merupakan suatu komponen yang fungsinya menyalurkan tenaga yang dihasilkan dari mesin ke roda. Biaya produksi yang lebih murah inilah kemudian menjadikan mobil dengan FWD sebagai roda penggeraknya juga dibanderol lebih murah.

 

Konsumsi bahan bakar yang lebih efisien

Harus diakui soal kebutuhan bahan bakar, kendaraan dengan sistem roda penggerak FWD membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan sistem roda penggerak RWD.

Bobot yang lebih ringan menjadi salah satu penyebabnya. Gardan, flywheel dan juga as kopel tak diperlukan pada mobil FWD sehingga menjadikannya lebih ringan dan berimbas pada penggunaan atau kebutuhan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih efisien.

 

Traksi di jalan datar dan licin

Mobil dengan sistem penggerak roda FWD memiliki traksi yang lebih terkontrol ketika melewati jalanan datar dan licin. Hal tersebut terjadi karena roda bagian depan terlebih dahulu menarik roda bagian belakang sehingga menjadikan traksinya jadi jauh lebih baik.

Namun diluar semua kelebihannya, Anda yang memilih kendaraan dengan menggunakan sistem roda penggerak depan juga perlu tahu kelemahan dari sistem roda yang satu ini. Berikut beberapa aspek yang menjadi kelemahan dari roda penggerak depan atau FWD :

 

Rentan mengalami kerusakan

Jadi tidak ada gading yang tak retak. Dibalik semua kelebihan dan kelemahan roda penggerak FWD juga harus dirasakan. Salah satu kekurangan atau kelemahannya adalah mudahnya sistem roda penggerak ini mengalami kerusakan.

Kerusakan terjadi secara umum pada bagian rack steer karena roda bagian depan menanggung beban ganda. Jadi roda bagian depan selain mengatur arah belok juga harus menggerakkan mobil. Jadi itulah tanggungan beban ganda yang menjadi salah satu pemicu cepatnya roda penggerak depan mengalami kerusakan.

Untuk membantu kendaraan memperlama umur pakainya, pastikan agar pengendara berhatihati ketika lewat jalan berlubang. Jangan menghantam lubang upayakan hindari dengan pelan atau jika terpaksa harus lewat jalan berlubang pastikan jangan mengeremnya juga agar hantamannya tidak terlalu keras.

 

Mudah mengalami understeer

Kendaraan yang menggunakan roda penggerak FWD karakternya mudah understeer atau nyelonong ketika harus berada di kecepatan tinggi. Hal tersebut terjadi karena bobot kendaraan yang tertumpu pada bagian depan.

Jadi ketika pengereman dilakukan dan kendaraan harus melibas tikungan maka umumnya ban depan akan bekerja lebih ekstra. Ketika beban besar didapatkan oleh roda depan hal tersebut dapat mengakibatkan roda kehilangan daya cengkeram dan understeer pun terjadi.

Agar gejala understeer tersebut dapat diminimalisir, tentunya pengemudi tidak dianjurkan memainkan pedal gas liar di tikungan. Pindahkan transmisi ke gigi yang lebih rendah untuk menjaga torsi mesin kemudian injak pedal gas dengan lembut dan hatihati.

Gejala understeer yang semacam itu juga biasanya akan semakin dirasakan ketika mobil sedang diisi jumlah penumpang penuh sehingga beban di dalam mobil pun berat.

 

Biaya perbaikan mobil FWD cukup mahal

Jika ada kerusakan, maka mobil harus diperbaiki dan Anda harus menyiapkan budget lebih karena biaya perbaikan mobil FWD cukup menguras kantong.

Umumnya komponen pada kendaraan FWD yang sering mengalami kerusakan seperti rack streer, inner CV joint dan juga outer CV joint. Siapsiaplah menanggung beban cukup mahal terlebih kalau semuanya rusak bersamaan.

Jadi bagi pengguna mobil dengan sistem roda FWD, pastikan untuk selalu berusaha mengendarai mobil dengan halus. Pilih jalan yang bagus dan jangan asal menghantam kontur jalan ketika mobil dikendarai dengan kecepatan kencang.

Lantas bedanya antara mobil dengan roda penggerak depan dan belakang apa?

 

Perbedaan Roda Penggerak FWD dan RWD

Setelah membahas tentang kelebihan dan kelemahan roda penggerak FWD, sekarang kita beralih ke pembahasan apa yang menjadi pembeda antara roda penggerak depan atau FWD dengan roda penggerak belakang atau RWD.

Jadi beberapa hal yang menjadi pembeda antara roda penggerak depan atau FWD dan roda penggerak belakang atau RWD di antaranya :

 

Mode penggeraknya

Mode penggerak pada mobil FWD tidak melalui proses tenaga gardan karena as roda yang langsung dihubungkan pada mesin dan transmisinya. Sementara RWD menyalurkan tenaga pada dua bagian roda belakang yang mengakibatkan sistem penggerak roda tersebut bekerja dengan cara tenaga mesinnya disalurkan ke dua roda belakang melalui gardan.

 

Suara

Tidak adanya komponen gardan pada mobil dengan sistem penggerak roda depan atau FWD menyebabkan mobil ber-FWD tidak akan terkesan berisik. Suara mobil yang dihasilkan oleh mesin terdengar sangat lebih halus.

Sementara pada mobil dengan roda penggerak RWD biasanya menghasilkan suara yang lebih berisik karena adanya komponen gardan yang bekerja selama perjalanan atau selama mobil bekerja.

 

Kebutuhan bahan bakar

Pada mobil dengan sistem penggerak roda FWD, tenaga mesin yang diteruskan ke bagian roda depan tersebut tidak memiliki kerugian mekanis yang besar. Oleh sebab itu tenaga yang dihasilkan meski besar tetap ringan yang menjadikan posisi mesin bekerja searah dan hal ini mengakibatkan mobil atau kendaraan ber-FWD jadi lebih irit bahan bakar.

Sementara pada mobil RWD lebih boros karena bobot mobil dan komponen mesin yang digunakan jauh lebih banyak.

 

Ruang kabin

Kita beralih dari mesin ke bagian lain dari mobil. Hal yang juga penting diperhatikan adalah ruang kabin yang ikut terpengaruh dari penggunaan roda penggerak FWD atau pun RWD.

Pada mobil dengan sistem penggerak FWD, ruang kabinnya lebih luas dan lega. Lantainya pun terasa rata. Anda yang butuh mobil keluarga dengan kabin luas, roda penggerak mobil FWD lebih dianjurkan untuk jadi pilihan.

Sementara mobil dengan roda penggerak RWD memiliki ruang kabin yang lebih sempit. Utamanya pada posisi ruang kaki penumpang yang agak terkesan mengganggu. Pada roda penggerak RWD, tata letak roda penggerak dibuat membujur sehingga ruang mesin yang dibutuhkan lebih besar dan akhirnya harus mengorbankan area kabin.

Lantai kabin juga akan diisi terowongan untuk transmisi dan as kopel guna mengurangi teritori pada interior. Akhirnya lantai mobil pun tidak rata.

 

Ketahanan ban

Pada mobil FWD, ban mobil bagian depan biasanya lebih cepat gundul. Kaki – kaki mobil pun tidak bisa bertahan lama karena tenaga disalurkan langsung di bagian ini. Sehingga supaya kondisi ban depan dan bagian kaki – kakinya jadi lebih terjaga, perawatan rutin perlu dilakukan.

Sementara pada mobil RWD, fungsi roda ban depannya hanya terfokus pada kemudi dan roda belakang sebagai penggeraknya sehingga beban kerja pada masing – masing roda ban dapat disalurkan secara lebih maksimal.

Usia ban pun lebih awet pada mobil RWD, demikian juga dengan komponen suspensi, komponen kemudi dan juga sistem penggerak yang bisa jadi lebih panjang.

 

Kemampuan pengendalian di jalan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pada kelemahan roda penggerak FWD, bahwa dibalik kelebihan dan kelemahan roda penggerak FWD yang paling menonjol adalah resiko understeer.

Ketika mobil dilajukan dalam kecepatan tinggi dan mobil harus berbelok ke kiri atau ke kanan yang terjadi malah mobil cenderung hilang kendali. Kecelakaan pun berpotensi terjadi. Untuk meminimalisir resiko understeer, injakan pedal gas perlu disesuaikan dan pengemudi harus menata kecepatan jangan sampai terlalu over.

Sementara pada mobil RWD, yang terjadi kebalikannya. Mobil cenderung mengalami masalah oversteer yang terjadi akibat kondisi bagian belakang mobil yang bisa terlalu keluar dari sisi belokan ketika kecepatan mobil terlalu kencang.

Oleh karena itu bagi pengguna mobil dengan sistem penggerak roda belakang harus melakukan counter putaran kemudi menuju arah berlawanan guna memungkinkan ban bagian belakangnya mendapatkan traksi.

Untuk pengendaliannya sendiri, sistem roda RWD lebih kuat dibandingkan FWD. Apalagi kalau mobil digunakan pada jalanan menanjak maka sistem pengendalian ini akan sangat dibutuhkan dan dirasakan pengendara. Mobil dengan sistem penggerak RWD lebih tahan banting di kondisi jalan ekstrim dibandingkan mobil dengan roda penggerak FWD.

Demikian sedikit informasi yang kami dapat sampaikan terkait roda penggerak FWD, cara kerjanya beserta kelebihan dan kelemahan roda penggerak FWD pada mobil. Semoga menjadi informasi yang membawa manfaat.

Baca Juga : Cara Mengatasi Mobil Injeksi Mogok