7 Kesalahan dalam Berinvestasi Saham dan Cara Menghindarinya

Banyak orang takut mencoba saham karena kesalahan dalam berinvestasi saham bisa menyebabkan kerugian hingga ratusan juta Rupiah. Padahal, setiap instrumen pasti ada untung dan rugi, termasuk investasi emas yang terkenal sebagai instrumen paling aman.

Bedanya dengan investasi saham, kesalahan yang Anda lakukan hari ini dampaknya baru bisa terasa dua hingga tiga tahun kedepan.

Lalu apa saja contoh kesalahan-kesalahan tersebut dan bagaimana cara menghindarinya?

Kesalahan dalam Berinvestasi Saham dan Cara Menghindarinya

IMG 20221005 183044

Kesalahan dalam berinvestasi saham bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Kesalahan teknis (technical)
  • Kesalahan pola pikir (mindset)

Keduanya sama-sama membawa kerugian besar ke dalam tabungan investasi kita. Selain itu, keduanya juga sama-sama paling sering dialami oleh pemula.

Oleh karena itu, di sini kita akan belajar apa saja contoh kesalahan dalam berinvestasi saham dan apa yang harus dilakukan agar kesalahan serupa tidak terjadi dua kali.

Tidak Mau Belajar Fundamental

Investasi saham memang bukanlah sebuah pekerjaan. Tapi banyak orang lupa bahwa dunia investasi juga membutuhkan skill dan ilmu pengetahuan. Untuk menguasai skill tersebut, kita perlu belajar dari tahap paling dasar, yaitu fundamental.

Banyak investor pemula yang langsung terjun ke pasar, menuangkan modal ratusan juta karena harga pasar sedang turun, lalu tidak tahu apa lagi yang perlu dilakukan karena mereka tidak paham fundamental berinvestasi

Umumnya, kasus seperti ini dialami oleh investor yang hanya ikut-ikut terjun ke dunia saham karena melihat teman atau saudara mereka bisa mendapatkan untung besar dari hasil investasi mereka. Padahal ia tidak tahu, dibalik kesuksesan tersebut banyak ilmu yang harus dipelajari jika tidak ingin berakhir rugi.

Buru-buru dan Tidak Memperhitungkan Resiko dengan Benar

Perlu diketahui, saham adalah sebuah investasi, bukan trading, bukan pula tabungan. Artinya jika investasi saham berapa lama sampai menghasilkan keuntungan, jawabannya bisa beragam.

Yang pasti tidak akan terlalu cepat, layaknya trading, dan tidak akan terlalu lama, layaknya tabungan.

Rata-rata jangka waktu saham agar hingga pergerakannya positif adalah 12 bulan sampai 3 tahun. Lebih dari itu, harganya mungkin masih bisa naik jika kondisi pasar dan trend-nya mendukung.

Namun bisa juga turun jika jajaran direksi dan management perusahaan berubah hingga memengaruhi performa mereka.

Yang pasti, investasi saham dalam jangka waktu terlalu singkat, misalnya 1 bulan atau bahkan 1 minggu, punya resiko sangat tinggi. Biasanya tidak akan terjadi pergerakan harga signifikan dalam jangka waktu tersebut.

Membeli Saham Murah, bukan Potensial

Kesalahan investasi pemula berikutnya adalah salah membeli saham karena digelapkan oleh angka harganya.

Memang membeli saham ketika harga pasar turun adalah salah satu cara mendapatkan keuntungan dalam instrumen ini. Namun jika yang kita beli adalah perusahaan non-potensial, artinya sampai kapan pun harganya tidak ada tanda-tanda akan naik kembali, maka sama saja kita membuang modal.

Kesalahan ini sebenarnya masih berhubungan dengan poin sebelumnya, yaitu punya mindset buru-buru.

Jadi mulai sekarang, pahami dulu portofolio dari setiap perusahaan sebelum Anda berinvestasi di sana. Jangan langsung terkecoh dengan harga murah, karena bisa jadi kondisi perusahaan tersebut memang sedang kacau.

Panic Buying atau Panic Selling

Baik panic buying maupun panic selling adalah dua kesalahan dalam berinvestasi saham yang paling merugikan.

Tentu dalam panic buying, Anda bisa memperkirakan sendiri bagaimana mindset ini bisa membuat nilai investasi kita semakin turun.

Sedangkan dalan panic selling, banyak investor melakukannya tanpa mereka sadar. Contohnya ketika pergerakan nilai tiba-tiba berpindah jadi negatif, padahal dalam beberapa bulan terakhir selalu hijau, mereka akan langsung menjual karena takut harganya semakin rendah.

Padahal, ada banyak cara mengatasi saham yang turun. Ini juga menjadi bukti kenapa belajar fundamental saham itu sangat penting.

Takut Rugi

Kesalahan dalam berinvestasi saham yang berikutnya juga masih berhubungan dengan mindset, yaitu pola pikir takut rugi.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, kerugian dalam investasi itu pasti terjadi, baik sekarang maupun nanti, baik besar maupun kecil, apapun instrumen investasinya.

Yang bisa kita lakukan adalah membuat kerugian tersebut tidak memengaruhi kondisi finansial kita sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan uang dingin, yaitu uang yang khusus disiapkan untuk investasi tanpa mengambil bagian dari uang kebutuhan pokok.

Selain itu, gunakan modal untuk berinvestasi sesuai kemampuan finansial serta skill.

Artinya jika Anda merasa belum paham betul dalam dunia saham, atau jumlah uang yang bisa ditabung untuk investasi belum terlalu banyak, maka jangan paksakan membeli dalam jumlah besar.

Putus Asa

Ketika mengalami kerugian yang pertama kalinya, banyak investor yang merasa putus asa dan kapok. Bahkan tidak sedikit yang trauma karena jadi terlilit hutang akibat kerugian tersebut.

Kasus seperti ini hanya akan terjadi karena dua penyebab:

  • Kalian tidak memperhitungkan resiko dengan matang karena panic buying
  • Kalian menggunakan uang panas, baik yang seharusnya untuk tabungan darurat atau untuk kebutuhan pokok

Akibatnya, kerugian dalam investasi akan berdampak langsung pada kondisi finansial Anda.

Cara untuk menghindarinya pun sama seperti poin sebelumnya, yaitu sisihkan uang khusus untuk investasi saham.

Selain itu, kita perlu tahu bahwa investor saham profesional yang sudah pernah untung puluhan miliar sekalipun pasti akan merasakan kerugian lagi setelahnya.

Namun karena mereka tidak menggunakan uang panas, pengalaman rugi saham itu hanya berdampak secara mental dan bisa diubah sebagai pelajaran.

Mengikuti Mentor yang Salah

Kesalahan dalam berinvestasi saham yang terakhir adalah mengikuti tips dari mentor yang salah.

Mentor yang salah ini bisa disebabkan karena faktor perbedaan situasi pasar, misalnya mengikuti mentor saham yang biasa bermain di pasar internasional dan menerapkannya di pasar lokal, atau karena memang mentor tersebut tidak kompeten.

Kita semua pasti sadar bahwa tidak sedikit orang mengaku-ngaku sebagai investor saham profesional, punya profit ratusan juta per tahun, dan menulis buku yang ternyata menjadi penghasilan utama mereka.

Sayangnya sebagai pemula, kita tidak bisa membedakan mana mentor asli dengan segudang pengalaman, dan mana orang mengaku mentor yang hanya ingin jualan buku mereka.

Satu-satunya cara untuk tahu apakah mentor kita kompeten atau tidak adalah dengan berinteraksi di forum, menanyakan ke orang lain yang lebih berpengalaman, serta tidak mengandalkan satu mentor saja.

Indonesia sendiri punya beberapa nama investor terkenal, misalnya Lo Kheng Hong, Anthony Salim, Robert Hartono dan Michael Hartono, dan masih banyak lagi. Kalian bisa membaca buku mereka atau menonton konten tips untuk belajar secara online, kemudian isi kontennya satu sama lain.

Dari kesalahan dalam berinvestasi saham di atas, semoga kita bisa belajar dan tidak menyebabkan kerugian karena kesalahan yang sama. Jangan lupa, jadikan setiap kesalahan dan kerugian yang kita alami sebagai pembelajaran dan pengalaman.