Rumus Mengatur Gaji 4-3-2-1 untuk Pengeluaran Lebih Bijak

Cara mengelola pendapatan kadang kala kurang teratur sehingga beberapa ada uang yang dibelanjakan tidak sesuai dengan porsi. Penggunaan rumus mengatur gaji 4-3-2-1 tentu saja menjadi solusi yang pas agar pemasukan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan dan menjadi lebih bijak dalam pengeluarannya.

Adapun rumus pengaturan gaji dengan metode ini sangat mudah diterapkan, tetapi membutuhkan konsistensi bagi penggunanya. Mengapa demikian? Sebab meskipun memiliki banyak konsep dan prinsip kalau tidak diterapkan sama saja dengan zonk. Alhasil keuangan tetap bocor dan tidak terkendali.

 

Apa Itu Rumus Mengatur Gaji 4-3-2-1?

Bagi yang belum mengenal rumus ini tentu saja akan nampak bingung, karena tidak berupa persentase. Tapi nyatanya, penggunaan kombinasi angka 4-3-2-1 hanya untuk menyederhanakan rumusnya saja.

Sebenarnya, rumus pengelolaan gaji 4-3-2-1 merupakan formula 40-30-20-10. Artinya dalam menerapkan metode ini mengharuskan Anda membagi gaji sesuai porsi persen dari rumus tersebut.

Anda harus mengalokasikan 40% untuk kebutuhan pokok, 30% pada cicilan atau tagihan, 20% ke tabungan dan simpanan dan 10% dialokasikan pada kebaikan.

Cara Menerapkan Rumus Mengatur Gaji 4-3-2-1, Cegah Pengeluaran Bocor Tak Terkendali

Penerapan rumus 4-3-2-1 yang diformulasikan dari 40%, 30%, 20% dan 10% untuk cegah pengeluaran bocor serta lebih bijak dalam mengalokasikannya diantaranya sebagai berikut:

1. Alokasikan 40% untuk Kebutuhan Pokok

Persentase ideal untuk pengeluaran kebutuhan pokok adalah 40% dari gaji bulanan Anda. Kebutuhan ini tentu saja hanya untuk biaya makan sehari-hari, air, listrik, pulsa, paket internet, transportasi dan lainnya.

Usahakan Anda memaksimalkan alokasi gaji untuk kebutuhan yang sifatnya pokok hingga rekreasional. Upaya ini dapat mencegah pengambilan dari dana untuk alokasi lain sehingga menjadi lebih seimbang dalam proporsi pengeluaran.

Dalam penerapan rumus mengatur keuangan ini, Anda bisa mengutamakan kebutuhan biaya makan air, listrik dan transportasi. Prioritas dana transportasi tentu saja bagi Anda yang harus bolak-balik kerja setiap hari.

2. Alokasikan 30% untuk Cicilan atau Tagihan

Cara menerapkan rumus mengatur gaji 4-3-2-1 berikutnya yaitu dengan mengalokasikan 30% dari gaji untuk cicilan atau tagihan. Tentu ini berlaku bagi Anda yang memiliki hutang yang perlu dicicil.

Hanya saja, kami sarankan agar tidak sembarangan berhutang untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting. Kalau Anda ingin berhutang, usahakan dialokasikan untuk membeli aset yang sifatnya produktif.

Misalnya cicilan rumah, kendaraan maupun peralatan untuk kebutuhan yang sifatnya pokok. Jadi, bila Anda masih harus ngontrak, maka dana 30% dari gaji bisa dialokasikan untuk cicilan tersebut.

Hindari berhutang hanya untuk keperluan yang sifatnya konsumtif seperti membeli perhiasan, HP mahal atau barang tidak terlalu penting lainnya.

3. Alokasikan 20% untuk Tabungan

Penerapan rumus mengatur gaji 4-3-2-1 yaitu dengan mengalokasikan 20% dari pendapatan untuk tabungan atau simpanan. Rumus alokasi gaji dengan menyisihkan 20% untuk disimpan bisa dibagi dalam beberapa pos seperti tabungan, dana darurat dan investasi barang berharga.

Rumus mengatur keuangan ini juga tidak perlu terpaku pada pengalokasian tersebut. Intinya yang pokok sudah terpenuhi maka untuk dana 20% ini sifatnya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan finansial Anda, asalkan tidak di bawah dari persentase tersebut.

4. Alokasikan 10% untuk Dana Kebaikan

Rumus mengatur gaji 4-3-2-1 pada formula 10% nya dapat dialokasikan untuk dana kebaikan. Rumus mengatur keuangan rumah tangga yang seperti ini tentu saja akan menambah keberkahan dalam pengelolaan keuangan.

Menyisihkan sedikit uang gaji untuk kebaikan seperti bersedekah, berdonasi atau bahkan berzakat. Selain itu, bisa diberikan kepada orang tua yang mana juga termasuk dalam kategori alokasi formula rumus ini.

Tetapi kalau sekiranya ini terlalu tinggi karena pendapatan yang masih pas-pasan Anda bisa mengurangi presentasenya. Jadi, bukan sebagai pedoman baku untuk menyediakan dana kebaikan. Begitu pula jika penghasilan lebih tinggi, tidak ada salahnya untuk memperbesar persentase dana yang dialokasikan pada kebaikan.

Demikianlah cara mudah menerapkan rumus mengatur gaji 4-3-2-1. Anda bisa mencobanya dengan menambah tips-tips keuangan lainnya agar lebih terkendali lagi pengeluarannya.

 

Baca juga : mengatur gaji dengan sistem 50 30 20.

 

Tips Mengatur Alokasi Gaji yang Efektif Kendalikan Pengeluaran

Selain menerapkan rumus alokasi gaji 4-3-2-1 di atas, Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan beberapa tips lainnya. Di bawah ini untuk pengelolaan gaji agar lebih efektif:

1. Catat Penghasilan dan Pengeluaran

Metode pengelolaan keuangan pasti tidak luput untuk menyarankan pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui kondisi finansial sudah sehat atau belum.

Anda juga bisa mengetahui dengan rinci dana paling banyak dialokasikan untuk kepentingan apa saja. Dengan demikian, nantinya akan mempermudah pengelolaan gaji.

2. Prioritaskan Kebutuhan

Semisal dengan konsep dari rumus mengatur gaji 4-3-2-1. Paling diprioritaskan dalam persentase tinggi adalah kebutuhan pokok yaitu 40%.

Penerapannya tentu saja membutuhkan komitmen dari sendiri dan anggota keluarga jika memang tinggal bersama atau sudah memiliki pasangan. Memprioritaskan kebutuhan yang sifatnya urgensi seperti ini akan menyisihkan banyak uang untuk menabung.

3. Buat Alokasi Dana dengan Jelas

Cara mengelola pendapatan tentu saja Anda harus mengalokasikannya dengan jelas. Mulai dari dana 40% itu untuk kebutuhan pokok apa saja, dikategorikan dalam amplop yang berbeda begitupun seterusnya.

Buatlah kategori dana belanja bulanan, biaya pendidikan, paket internet dan lain sebagainya. Walaupun kebutuhan pokok beda, usahakan tetap dikategorikan dan sesuaikan budgetnya, jangan sampai keluar dari pengalokasian awal.

4. Jangan Lupa Sisihkan untuk Ditabung

Pada rumus mengatur gaji 4-3-2-1 ada formula 20% yang memang dikhususkan untuk alokasi menabung atau investasi. Tujuannya tentu saja agar dapat menyiapkan dana untuk kebutuhan di masa mendatang sekaligus dana darurat jika terjadi kejadian tak terduga.

Sementara untuk investasi juga menguntungkan kondisi finansial Anda. Jadi, alokasikan dengan baik dan bijak. Investasi juga tidak perlu rumit bisa dengan emas atau aset bisnis yang berpotensi memberikan keuntungan di masa depan.

5. Usahakan Membuat Rekening Tabungan Terpisah

Dalam manajeman keuangan yang baik, disarankan agar memilah antara dana khusus pemenuhan kebutuhan dan tabungan. Ini bertujuan agar penerapan rumus mengatur gaji 4-3-2-1 dapat memaksimalkan hasilnya.

Anda akan menjadi lebih hemat jika memisah antara rekening tabungan dan belanja. Selain itu, akan memfokuskan Anda dalam mengatur keuangan lebih bijak lagi.

Bahkan untuk lebih maksimalnya, Anda juga bisa menyiapkan rekening khusus untuk dana darurat. Tetapi bagi Anda yang tidak suka terlalu ribet, bisa dengan menggunakan amplop saja.

Upaya ini selain memudahkan dalam mengontrol pengeluaran juga membantu dalam mengevaluasinya nanti. Sehingga kedepannya pengelolaan gaji menjadi lebih baik lagi.

Dalam pengkategorian alokasi gaji ini Anda bisa menerapkan metode Kakeibo ala orang Jepang. Di mana disarankan untuk tidak memakai rekening, sebab pengeluaran jadi tidak teratur.

Pada metode pengaturan keuangan tersebut, cukup menarik dana di awal bulan kemudian memasukkannya pada amplop sesuai kategori alokasi dana. Tidak masalah, kalau Anda mengkombinasikannya dengan rumus alokasi gaji 40-30-20-10.

Ya, Anda bisa menerapkan rumus mengatur gaji 4-3-2-1 dengan berbagai tips keuangan lainnya yang dapat membantu memaksimalkan penerapan meteode ini. Pastinya, untuk media alokasi dana yang sekiranya memudahkan Anda tidak terpaku ke amplop atau rekening.

Leave a Comment