Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak – Ilmu atau Pendidikan adalah sesuatu yang tidak ternilai dan sangat bermanfaat dalam mengarungi arus kehidupan, tidak hanya sebuah alat dalam mencari kehidupan yang lebih baik tetapi juga mempelajari tentang diri pribadi masing-masing. Jika dalam sebuah dunia yang ideal, tentu kita berharap pendidikan itu dapat dibagikan oleh setiap individu tanpa biaya yag mahal, namun kenyataannya pendidikan di Indonesia khususnya dalam dunia formal, akan meminta biaya yang tidak murah.

Peningkatan biaya pendidikan formal ini, membuat perusahaan-perusahaan keuangan menawarkan jasa atau produk berupa Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan, sebuah produk yang ditujukan untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak, dimana dana tersebut akan diberikan dengan jangka waktu tertentu atau mencapai usia tertentu sesuai perjanjian.

Biaya pendidikan terus meningkat seiring dengan tingkat inflasi. Dana pendidikan anak diperlukan untuk menjamin kebutuhan biaya pendidikan anak Anda, jadi selain Anda menyiapkan dana pendidikan dari awal, Anda juga memberikan perlindungan berupa kepastian dana untuk melanjutkan sekolah, jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi kepada orang tua atau walinya. Semakin cepat Anda memulai menyiapkan dana Anda, akan semakin memberikan waktu untuk dana itu berkembang.

 

Produk Untuk Dana Pendidikan Anak.

Pada dasarnya saat ini terdapat 2 jenis produk yang dibuat untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak, yaitu (1) Asuransi Pendidikan dan (2) Tabungan Pendidikan. Kedua produk ini memiliki tujuan yang sama yaitu melindungi kebutuhan dana pendidikan namun memiliki mekanisme yang berbeda, dan perlu diketahui juga bahwa banyak orang tua atau nasabah yang pada saat memilih tidak dapat membedakan kedua produk ini, karena kedua produk dijual oleh perbankan.

 

Perbedaan Antara Tabungan Pendidikan dan Asuransi Pendidikan.

Walaupun sama-sama memiliki perlindungan Asuransi Jiwa, namun rata-rata asuransi pendidikan akan memberikan jumlah atau nilai pertanggungan asuransinya jauh lebih besar dibandingkan tabungan pendidikan. Hal ini disebabkan pada produk tabungan pendidikan, pihak Bank yang mensubsidi premi asuransinya dan perlindungan asuransi bersifat tambahan fitur.

Tabungan pendidikan yang merupakan produk perbankan memiliki kelebihan, dimana dana yang Anda setorkan tersebut di jamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), walaupun terdapat wacana bahwa kedepannya dana asuransi juga akan dilindungi oleh LPS.

Hasil Investasi yang berbeda, dalam asuransi pendidikan biasanya ditawarkan beberapa produk investasi seperti reksadana atau obligasi, yang bisa membuat dana investasi-nya meningkat tinggi atau mengalami penurunan (terdapat risiko), sesuai dengan kinerja produk investasi yang dipilih. Sementara dalam tabungan pendidikan, hanya diberikan bunga bank, sehingga hasil investasi mungkin tidak terlalu tinggi tetapi tidak akan mengalami penurunan nilai.

Apabila dibeberapa negara yang menghargai dan mendorong rakyatnya untuk membuat dana pendidikan anak, dengan memberikan tambahan benefit seperti bebas pajak dan sumbangan negara. Di Indonesia, tabungan pendidikan akan dikenakan pajak (sama halnya dengan ketentuan untuk produk tabungan lainnya), sementara untuk asuransi tidak akan dikenakan pajak setelah melewati beberapa tahun.

Cari Tahu Bagaimana Cara Menyusun Rencana Keuangan Keluarga

Tips Dalam Menyiapkan Dana Pendidikan Anak.

Pada dasarnya memilih produk dana pendidikan anak sama seperti memilih produk investasi lainnya, harus sesuai dengan kemampuan finansial dan juga karakter risiko yang Anda miliki. Seperti yang tertulis diatas, Dimana produk tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan sama-sama memiliki keuntungan dan juga risiko. Berikut beberapa tips dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak Anda.

Hal yang pertama yang harus Anda pikirkan pada saat menyiapkan dana pendidikan untuk Anak Anda, buatlah rencana masa depan pendidikan, sehingga Anda bisa mengetahui target dana yang dibutuhkan untuk mencapai masa depan yang anda inginkan untuk anak-anak Anda. Buatlah rencana-rencana, seperti:Jenjang Pendidikan, (D3,S1,S2),Kuliah di dalam atau luar negeri,Biaya hidup jika di dalam dan di luar negeri, termasuk akomodasi dan transport,Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pendidikan.

Perhitungan: < (Biaya Kuliah Pertahun Saat ini) + (Biaya Hidup Saat ini) > x (Jangka Waktu) x (Inflasi Tahunan)

Hal yang kedua, jika Anda melihat pada simulasi diatas dan kemudian berdasarkan perhitungan jumlah dana yang dibutuhkan sangat besar, sehingga Anda tidak mampu membayar premi dengan tujuan seperti itu, Anda jangan langsung menurunkan target pendidikan ideal anak Anda, (Bukankah Anda mengajarkan anak untuk bercita-cita setinggi langit?). Sebaiknya yang Anda lakukan, tetap memiliki target dana yang tinggi, namun melakukan pembayaran premi sesuai kemampuan keuangan yang Anda miliki saat ini, dan bila dikemudian hari terdapat peningkatan kemampuan finansial, Anda cukup melakukan Top-up (setoran dana tambahan diluar setoran reguler). Fitur Top-up ini terdapat pada hampir semua produk, baik tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan.

Hal yang ketiga adalah pastikan Anda benar-benar mengerti mengenai syarat-syarat ketentuan dalam produk yang Anda pilih, seperti: Bentuk investasi, Jangka waktu, Bentuk perlindungan apa saja yang didapatkan untuk Anda maupun Anak Anda, nilai pertanggungan asuransi jiwa, tipe pelunasan apakah dibayar langsung atau dibayar bertahap, dan cara-cara melakukan klaim.

Demikianlah tadi pembahasan kita, semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak dan masa depan yang cerah bagi anak Anda.