Menabung Vs Berinvestasi, Manakah yang Lebih Baik?

Pada dasarnya menabung vs berinvestasi sama-sama menguntungkan. Hanya saja, tergantung kebutuhan dan kemampuan orang yang ingin melakukan salah satu di antaranya.

Tapi meskipun demikian, bukan berarti tidak ada hal yang menarik dipertimbangkan antara menabung dan berinvestasi. Sehingga nantinya Anda bisa memiliki keputusan terbaik lebih fokus untuk menabung atau berinvestasi.

Apa Itu Menabung?

apa itu menabung

Sebenarnya menabung bukan istilah tabu dalam masyarakat, sehingga mungkin sudah memahami bagaimana cara penerapannya sendiri. Mungkin hanya masalah risiko dan kelemahan dari menabung sendiri yang kurang dimengerti.

Tapi kalau Anda sudah membaca artikel ini tidak perlu kebingungan karena kami akan menjelaskan tentang menabung vs berinvestasi dengan jelas. Terlebih dahulu, tentu saja menabung itu sendiri.

Menabung merupakan kegiatan menyimpan uang sebagai persiapan keadaan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan secara tiba-tiba. Selain itu, menabung juga bertujuan untuk seseorang mencapai target jumlah uang yang diinginkan untuk dipergunakan sesuai dengan tujuannya tersendiri dalam waktu tertentu.

Umumnya, untuk persiapan menikah atau berlibur di akhir tahun maka sebagian masyarakat menyisihkan uang khusus untuk disimpan, terutama bagi mereka yang tidak berpenghasilan tinggi.

Biasanya, aktivitas menabung ini tertarget dengan tepat waktu tertentu, sehingga yang menabung harus mengusahakan secara konsisten untuk mencapai jumlah uang sesuai kebutuhannya.

Hal yang mendasari perbedaan antara menabung vs berinvestasi tentu tidak hanya dari aspek metodenya saja, tetapi dari jenis-jenisnya. Menabung meliputi tabungan konvensional, berjangka, haji tabungan untuk anak hingga tabungan giro bahkan ada juga tabungan investasi.

Apa Itu Investasi?

apa itu investasi

Berbeda dengan menabung, investasi jauh lebih kompleks. Mengapa demikian? Sebab meskipun sama-sama tertarget tetapi waktu berinvestasi dalam jangka panjang misalnya untuk 10 hingga 20 tahun. Meskipun ada juga yang jangka pendek tetapi juga hitungan tahun.

Biasanya investasi dipilih seseorang untuk menyiapkan kebutuhan di masa yang panjang seperti untuk biaya sekolah anak hingga persiapan kuliahnya, bisa juga untuk persiapan pensiun. Tetapi dalam proses investasi penting untuk memahami terlebih dahulu tentang jenis sekaligus risikonya.

Ada juga memang beberapa jenis investasi memiliki risiko minim apalagi emas. Kita ketahui sendiri harga emas tiap tahunnya cenderung naik meskipun tidak banyak, tapi cukup menjadi instrumen investasi paling aman sepanjang masa. Cocok sekali bagi yang ingin berinvestasi untuk jangka panjang.

Mempertimbangkan menabung vs berinvestasi tentu tidak cukup mengetahui instrumen berupa emas dengan resiko rendah. Perlu diketahui juga investasi yang risikonya fluktatif yaitu saham.

Memilih investasi ini, investor harus siap dengan berbagai risiko tinggi yang kemungkinan mengancam. Apalagi kalau mempelajari fluktasi di pasar saham yang bahkar setiap hari terjadi. Padahal sangat mempengaruhi returm (imbal hasil) dari saham.

Di samping risiko tinggi, investasi saham juga memungkinkan investor menerima return yang lumayan. Dalam berinvestasi, memantau pergerakan harga saham sudah menjadi pekerjaan investor. Selain itu, juga harus memperhatikan kondisi perusahaan maupn sentimen yang ada.

Hal yang Menarik Dipertimbangkan Antara Menabung Vs Berinvestasi

Setelah mengetahui definisi istilah menabung dan investasi pastinya tidak kalah penting juga mengetahui aspek-aspek perbedaan mendasar diantara keduanya. Tujuannya, tentu untuk memudahkan dalam mempertimbangkan apa yang cocok untuk kebutuhan finansial Anda.

Nah, kira-kira apa saja hal menarik antara menabung dan berinvestasi yang bisa dipertimbangkan? Berikut ini ulasan lengkap dari kami:

1. Kemudahan dari Pengaksesannya

Perbedaan mendasar antara menabung dan investasi yang menarik untuk dipertimbangkan adalah dari segi kemudahan untuk mengakses dana. Dipahami, saat menabung kita bisa kapan saja mengakses tabungan untuk melakukan penarikan tunai.

Jika Anda membutuhkan dana darurat bisa langsung mengambilnya uang melalui ATM dengan sangat mudah. Walaupun memang, setiap bank memiliki batasan jumlah uang yang bisa dicairkan, tetapi menabung sudah terbilang paling mudah untuk mengakses seperti tarik tunai maupun transfer.

Inilah yang membedakan antara menabung vs berinvestasi. Jika memilih berinvestasi, tentu saja aksesnya tidak semudah dengan menabung. Tidak bisa dengan gampang menarik hasil investasi sewaktu-waktu. Sebab terdapat ketentuan periode pencairannya dan sangat tidak aman untuk dipakai dalam menjamin dana darurat yang kadang tidak terprediksi.

2. Risiko dan bunga

Menabung dan berinvestasi adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu tertentu yang diinginkan bahkan juga tidak. Tetapi tidak semuanya berjalan mulus apalagi keduanya sama-sama dihadapkan dengan risiko. Meskipun tingkat resikonya berbeda-beda tentu saja tetap ada pengaruhnya.

Oleh karena itu, ada hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam menabung vs beinvestasi. Tentu saja, tidak hanya dari bunganya, melainkan juga risiko antara keduanya.

Sebagaimana yang sudah sempat disinggung, bahwa menabung dapat dikatakan risikonya sangat minim dikarenakan keamanannya terjamin dan terpercaya. Bahkan saat bank mengalami pencurian sekalipun, nasabahnya tidak perlu khawatir juga akan kehilangan uangnya sebab sudah ditanggung sepenuhnya oleh pihak bank.

Keterjaminan ini tentu saja sudah dipahami bersama, kalau menabung di bank mewajibkan nasabah membayar biaya administrasi bulanan sesuai dengan produk tabungan yang dipilih. Biaya administrasi tiap bank pun besarannya berbeda, sehingga hal ini penting juga untuk dipahami oleh calon nasabah.

Sebab, setiap nasabah dari bank tertentu akan menikmati bunga tabungan tahunan yang umumnya ditambahkan langsung ke rekening masing-masing mereka. Bunga yang didapatkan saat menabung tentu tidak terlalu besar.

Dari aspek keuntungan bunga yang didapat inilah yang membedakan antara menabung vs berinvestasi. Kita pahami kalau investasi keuntungan yang ditawarkan tentu jauh lebih besar dibandingkan bunga tabungan. Tiap modal yang ditanamkan investor akan terus bertambah nilainya, sehingga uang akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Sementara dalam investasi risiko dan return atau imbal hasil berbanding lurus. Semakin tinggi return yang diperoleh maka pertanggungan atas risiko juga semakin besar.

Bahkan potensi kehilangan dana secara total saat berinvestasi juga bukan risiko yang tidak ditemui dalam dunia keuangan ini. Contohnya investasi saham yang mengalami kekalahan dengan investor lain.

3. Bentuk atau produk

Adapun hal yang menjadi perbedaan menabung dan investasi juga dari produknya. Tentu saja, ini juga menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk memilih mau menabung atau berinvestasi.

Produk menabung vs berinvestasi memiliki perbedaan yang sangat mudah dikenali. Umumnya, tabungan hanya berupa uang. Sementara investasi produknya dengan berbagai bentuk yang beragam.

Adapun bentuk investasi pada umumnya berupa investasi aset riill dan berwujud keuangan. Aset riil dapat kita lihat bentuk fisiknya misalnya, emas, properti seperti rumah dan tanah.

Sementara untuk investasi yang berbentuk keuangan dilakukan dengan beragam produk pasar modal seperti saham maupun obligasi.

4. Kelemahan Menabung Vs Berinvestasi

Tujuan menabung dan investasi adalah sama-sama untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang pada waktu tertentu baik darurat maupun terencana. Tetapi dua metode untuk meningkatkan financial ini samping menawarkan banyak keuntungan tidak boleh dilupakan kalau keduanya sama-sama memiliki kelemahan.

Nah, aspek inilah yang juga tidak kalah penting untuk dipertimbangkan. Apalagi bagi yang masih bingung mau memilih menabung atau berinvestasi.

Adapun kelemahan menabung yaitu bunganya yang tergolong kecil. Sebab uang yang disimpan dalam tabungan tidak bertumbuh nilainya. Nasabah hanya sebatas menerima bunga tahunan saja yang besarannya tidak seberapa. Bahkan hanya cukup untuk membayar administrasi bulanan.

Kelemahan ini tidak hanya pada aspek itu saja tapi ada kemungkinan kenaikan inflasi tahunan dan juga berefek buruk. Masalah ini dapat membuat nilai uang yang kita simpan semakin menurun. Jadi tak heran kalau menabung vs berinvestasi selalu diperbandingkan dari segi risikonya.

Hanya saja, kalau dalam investasi kelemahannya cukup mengerikan tapi sebanding dengan return atau keuntungan yang akan didapatkan. Setiap investor memerlukan skill berinvestasi tersendiri dengan matang supaya lebih siap menghadapi risiko serta kerugian yang berpotensi mengancam.

Untuk jenis investasi saham, ada risiko yang ditanggung apabila perusahaan tempat menginvestasikan modal kita mengalami kebangkrutan. Perlu pengetahuan khusus juga dalam mengelola manajemen risiko untuk bermain saham.

Hal itulah yang membedakan antara menabung vs berinvestasi. Bahkan investasi dalam bentuk properti membutuhkan modal yang besar.

Apalagi ketika ingin mencairkannya juga sama-sama sulit, sebab harus menjual aset terlebih dahulu seperti properti dan tanah. Mengingat dua produk investasi ini bukan jenis aset yang liquid atau mudah dijual.

Manakah yang Lebih Baik?

Menabung dan berinvestasi sebenarnya sama-sama baik tapi tergantung pada kondisi keuangan Anda saat ingin memutuskan antara keduanya. Oleh karena itu, supaya tidak bingung cobalah memperhatikan aturan praktis berikut ini:

1. Kebutuhan dalam Jangka Pendek

Sebenarnya sudah cukup dipahami dengan berbagai ulasan yang sudah dipaparkan dari aspek perbandingan antara keduanya. Hanya saja, untuk lebih memperjelas tidak ada salahnya untuk memahami poin ini kembali.

Kita ketahui kalau kebutuhan lebih sering dalam jangka pendek. Meskipun orang dengan finansial yang baik, tidak perlu khawatir mengenai hal ini bahkan tidak perlu menabung atau berinvestasi.

Tapi perlu kita pahami menabung vs berinvestasi, lebih mana bagi orang yang sering mengalami kebutuhan dalam jangka pendek? Tentu saja jawabannya adalah menabung.

Menabung memungkinkan bisa mengambil uang kapan saja. Jadi, untuk kebutuhan 2 sampai 3 tahun pilihan yang paling tepat adalah menabung bukan berinvestasi.

2. Kebutuhan untuk 5 Tahun ke Depan

Kita pahami kalau return atau imbal hasil dari modal investasi hanya dapat dicairkan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan meskipun dalam bentuk properti atau logam mulia.

Sehingga jika bertanya lebih baik mana antara menabung vs berinvestasi maka tergantung lamanya tempo kebutuhan anda. Tetapi kalau dalam jangka waktu lama hingga 5 tahun ke depan, investasi menjadi pilihan yang tepat.

Usahakan memilih investasi yang minim risiko. Supaya tidak dihantui dengan kerugian yang membuat pikiran sehari-hari tidak tenang.

Selain itu, jangan sampai menginvestasikan dana darurat hanya karena tertarik dengan tawaran imbal hasil. Lebih baik ditabung saja untuk keperluan sewaktu-waktu.

Tentu saja, alasannya karena secara jangka waktu, tabungan cukup fleksibel sehingga ketika dibutuhkan bisa segera diambil kapan saja. Sedangkan dalam berinvestasi, pastikan modal yang dimiliki mencukupi target untuk dikembangkan dalam jangka panjang.

Jadi, kesimpulan mengenai mana yang lebih menarik dipertimbangkan antara menabung vs berinvestasi? Jawaban pertama adalah sesuai dengan kebutuhan finansial Anda. Tentu saja dengan tidak lupa mempertimbangkan beberapa hal yang sudah kami sebutkan di atas.

Leave a Comment